Friday, December 4, 2015

Jenis Dialek Dalam Bahasa Lampung

Bahasa Lampung adalah sekelompok bahasa yang dituturkan oleh orang Lampung di Provinsi Lampung, selatan Palembang dan pantai barat Banten. Rumpun bahasa Lampung terdiri diri:

– Bahasa Komering
– Bahasa Lampung Api
– Bahasa Lampung Nyo

Kelompok ini merupakan cabang tersendiri dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia.
Berdasarkan peta bahasa, Bahasa lampung memiliki subdialek, yaitu:


1. Dialek A yang dipakai oleh masyarakat Melinting-Maringgai, Pesisir Rajabasa, Pesisir Teluk, Pesisir Semaka, Pesisir Krui, Belalau dan Ranau, Komering, dan Kayu Agung (yang beradat Lampung Peminggir/Saibatin), serta Way Kanan, Sungkai, dan Pubian (yang beradat Lampung Pepadun).

2. Kedua, dialek O yang dipakai oleh masyarakat Abung dan menggalang atau Tulang Bawang (yang beradat Lampung Pepadun).

Sedangkan Dr. Van Royen mengklasifikasikan rumpun bahasa Lampung dalam dua subdialek, yaitu dialek Belalau atau dialek Api dan dialek Abung atau Nyo.

Dialek Belalau (Dialek Api), terbagi menjadi:

– Bahasa Lampung logat Belalau dituturkan oleh etnis Lampung yang berdomisili di Kabupaten Lampung Barat, yaitu kecamatan Balik Bukit, Batu Brak, Belalau, Suoh, Sukau, Ranau, Sekincau, Gedung Surian, Way Tenong, dan Sumber Jaya. Kabupaten Lampung Selatan di Kalianda, Penengahan, Palas, Pedada, Katibung, Way Lima, Padang Cermin, Kedondong dan Gedong Tataan. Kabupaten Tanggamus di Kota Agung, Semaka, Talang Padang, Pagelaran, Pardasuka, Hulu Semuong, Cukuh Balak dan Pulau Panggung. Kota Bandar Lampung di Teluk Betung Barat, Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Utara, Panjang, Kemiling dan Raja Basa. Banten di Cikoneng, Bojong, Salatuhur dan Tegal dalam Kecamatan Anyer, Serang.

– Bahasa Lampung logat Krui dituturkan oleh etnis lampung di Pesisir Barat Lampung yaitu Pesisir Tengah, Pesisir Utara, Pesisir Selatan, Karya Penggawa, Lemong, Bengkunat dan Ngaras.

– Bahasa Lampung logat Melinting dituturkan masyarakat etnis Lampung yang bertempat tinggal di Kabupaten Lampung Timur di Kecamatan Labuhan Maringgai, Jabung, Pugung, Way Jepara.

– Bahasa Lampung logat Way Kanan dituturkan masyarakat etnis Lampung yang bertempat tinggal di Kabupaten Way Kanan, yaitu di Kecamatan Blambangan Umpu, Baradatu, Bahuga, dan Pakuan Ratu.

– Bahasa Lampung logat Pubian dituturkan oleh etnis Lampung di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu Natar, Gedong Tataan dan Tegineneng. Lampung Tengah di Kecamatan Pubian dan Padangratu. Kota Bandar Lampung, Kecamatan Kedaton, Sukarame, Tanjung Karang Barat.

– Bahasa Lampung logat Sungkay dituturkan etnis Lampung yang domisili Lampung Utara, meliputi Kecamatan Sungkay Selatan, Sungkai Utara, dan Sungkai Jaya.

– Bahasa Lampung logat Jelema Daya atau loga Komering dituturkan masyarakat etnis Lampung yang berada di Muara Dua, Martapura, Komering, Tanjung Raja dan Kayu Agung di Provinsi Sumatera Selatan.

Dialek Abung (Dialek Nyo), terbagi menjadi:

– Bahasa Lampung logat Abung dituturkan etnis Lampung yang domisili di Kabupaten Lampung Utara meliputi Kecamatan Kotabumi, Abung Barat, Abung Timur, dan Abung Selatan. Lampung Tengah di Kecamatan Gunung Sugih, Punggur, Terbanggi Besar, Seputih Raman, Seputih Banyak, Seputih Mataram, dan Rumbia. Lampung Timur di Kecamatan Sukadana, Metro Kibang, Batanghari, Sekampung, dan Way Jepara. Lampung Selatan meliputi desa Muara Putih dan Negara Ratu. Kota Metro di Kecamatan Metro Raya dan Bantul. Kota Bandar Lampung meliputi kelurahan Labuhan Ratu, Gedong Meneng, Jagabaya, Langkapura, dan Gunung Agung.

– Bahasa Lampung logat Menggala dituturkan masyarakat etnis Lampung yang bertempat tinggal di Kabupaten Tulang Bawang meliputi Kecamatan Menggala, Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah, Gunung Terang, dan Gedung Aji.

Sumber:
Lampung Sai Bumi Ruwai Jurai, Firman Sujadi, Cita Insan Madani: Jakarta


Keindahan Tarian Khas Adat Lampung

Ada berbagai jenis tarian yang merupakan asset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting. Ritual Tari Sembah biasanya diadakan oleh masyarakat Lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, atau dapat disebut juga sebagai tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, Tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakat Lampung.

Tari Cangget, adalah tarian untuk upacara-upacara peradatan. Tari ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung. (Baca juga: keindahan kain tenun tapis Lampung)

Tari Melinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung yang menceritakan tentang kunjungan sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.

Tari Ngelajau.

Tari Sembah Lampung

Tari Bedana Lampung

Tari Merak, tari yang ditarikan untuk penyambutan gelar adat Lampung

Tari Selamat Datang, untuk menyambut tamu istimewa yang berkunjung ke daerah ini, seperti kepala negara, kepala pemerintahan, duta besar, atau yang setara dengan itu.

Sumber:
Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai, Firman Sujadi, Cita Insan Madani: Jakarta


Thursday, December 3, 2015

Mengenal Songket Minang

Kalau Nusa Tenggara Timur punya kain tenun ikat yang khas, Sumatera Barat punya kain songket yang tak kalah cantik. Cocok untuk dijadikan oleh-oleh saat liburan ke sana.

Saat liburan ke Sumatera Barat, jangan kaget begitu melihat harga sebuah kain yang bisa mencapai jutaan rupiah. Ini bukanlah kain sembarangan, bisa jadi kain yang Anda lihat adalah kain songket kebanggan penduduk Minangkabau. (Baca juga: Grosir songket Lampung Termurah)

Bagi warga Minangkabau, kain songket merupakan salah satu kain spesial kebanggaan mereka. Biasanya digunakan untuk acara besar, seperti pernikahan atau acara adat lainnya.

Betapa tidak spesial, kain ini cukup mahal karena cara pembuatannya yang masih tradisional ditambah jenis benang yang digunakan. Jenis benang yang digunakan adalah benang emas yang dikombinasikan dengan benang berwarna lainnya. Inilah yang membuatnya spesial.

Berbeda dengan songket yang ada di daerah lain, songket Sumatera Barat dibagi 4 jenis, yaitu benang 1, 2, 3 dan 4. Songket terbaik dan termahal adalah kain songket benang 1.

Yang membedakan keempat kain tersebut adalah cara pembuatannya. Pembuatan kain songket benang 1 lebih rumit dan membutuhkan waktu lebih lama, karena sang penenun harus memasukkan benang sehelai demi sehelai hingga menjadi satu lembar kain utuh.

Sedangkan benang 4, pembuatannya lebih mudah dan lebih cepat karena penenun langsung memasukkan 4 benang sekaligus dalam mesinnya. Kain yang dihasilkan pun berbeda tingkat kekakuannya. Songket benang 1 lebih lemas dan halus dibandingkan songket benang 4.

Penasaran soal harga? Sebaiknya siapkan uang yang cukup banyak jika ingin membeli kain ini. Harga dimulai dari kisaran Rp 900.000 untuk benang 4, hingga jutaan rupiah untuk benang 1.

Songket kebanggaan Sumatera Barat ini bisa Anda temui di hampir seluruh toko kain yang ada di Ranah Minang. 

Pusat Songket Sebagai Warisan Dunia

Palembang , 23 November 2015.Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan diwakili Menteri Koperasi UKM  A.A Gusti Ngurah Puspayoga menggenakan songket hijau  (kiri )didampingi Gubernur Sumatra selatan Alex Nurdin  berbaju songket emas (tengah ) dan Deputi Koordinasi Pemberdayaan desa dan Kawasan Kemenko PMK Nyoman Shuida berbaju songket merah modifikasi ungu  (kanan)  tampak anggun menyerahkan bantuan saat  Peluncuran Pelestarian warisan budaya Songket Sumatera Selatan Menuju Warisan Dunia. (Baca juga: koleksi songket Lampung)
Peluncuran Pelestarian Warisan Budaya songket sumsel Menuju Warisan Dunia berlangsung meriah mendapat antusias dari masyarakat Palembang .Menteri Puspayoga saat membuka peluncuran  songket menuju warisan dunia mewakili Menko PMK Puan Maharani ,mendukung penuh agar songket sumsel dapat diakui sebagai warisan budaya dunia terlebih kualitas songket sumsel  tak perlu diragukan lagi. Pemerintah juga menyambut baik kegiatan ini dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kemampuan industri kreatif berbasis budaya yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai modal dalam membangun kemandirian dan kepribadian bangsa .Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam sambutannya yang dibacakan Menteri UKM Puspayoga juga mengajak jajaran Pemerintah Pusat ,pemerintah daerah serta semua Komponen Bangsa termasuk para pelaku usaha yang bergerak di bidang industri kreatif bergotong royong dalam membangun kekuatan dan kemandirian ekonomi  bangsa dengan menggunakan produk dalam negeri  sebagai produk bangsa sekaligus memasuki Era Masyarakat ekonomi Asean (MEA) kita semua dapat antusias dan optimisme  meningkatkan dan mengembangkan produk budaya lokal memiliki daya saing untuk memasuki pasar Dunia .
Peluncuran Songket menuju Warisan Dunia diisi dengan kegiatan Karnaval ,Pagelaran busana songket modifiaksi karya dian pelangi juga pameran songket karya anak bangsa hasill UKM  dan pengukuhan  songket Sumatra selatan berhasil memecahkan rekor MURI  atas kategori 25 motif songket dalam satu Gaun .
Sumber:
 https://www.kemenkopmk.go.id

Thursday, February 5, 2015

Kain Tapis Lampung

Pemesanan dengan menghubungi 0857 4188 7228. Email: andirahmanto2807@gmail.com
Alamat: Jln. Cengkeh 3 No. 25 Gedong Meneng Bandar Lampung
Mari bersama melestarikan budaya bangsa!
=================================================
20150118_095602





Tapis Motif Ayat Kursi Bordir
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif ayat kursi dibordir
– Kain dasar asli tenun dari bahan benang kapas
– Harga Rp 350.000,- per kain
– Beli tiga kain hanya Rp 750.000,-
==============================================
1044439_653770451318364_174909424_n
Tapis Motif Ayat Kursi (Standar)
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu, kantor, atau masjid
– Menambah suasana religiusitas di dalam ruangan Anda
– Harga Rp 500.000,-
==================================================
tapis songket kaligrafi
tapis songket kaligrafi






Tapis Motif Ayat Kursi Model Benang Emas Penuh (Super)
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu, kantor, atau masjid
– Menambah suasana religiusitas di dalam ruangan Anda
– Harga Rp 700.000,-
===================================================
Image0963
Tapis Motif Al-Fatihah
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu, kantor, atau masjid
– Menambah suasana religiusitas di dalam ruangan Anda
– Harga Rp 700.000,-
==================================================
Image0980
Tapis Motif Kapal
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu dan kantor
– Cocok untuk kado atau suvenir
– Harga Rp 550.000,-

Sastra Lampung

Sastra Lampung adalah sastra yang menggunakan bahasa Lampung sebagai media kreasi, baik sastra lisan maupun sastra tulis. Sastra Lampung memiliki kedekatan dengan tradisi Melayu yang kuat dengan pepatah-petitih, mantera, pantun, syair, dan cerita rakyat.
Sastra Lisan Lampung menjadi milik kolektif suku Lampung. Ciri utamanya kelisanan, anonym, dan lekat dengan kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat dalam kebudayaan masyarakat Lampung. Sastra itu banyak tersebar dalam masyarakat dan merupakan bagian sangat penting dari khazanah budaya etnis Lampung.
Jenis Sastra Lisan Lampung
Effendi Sanusi (1996) membagi sastra lisan Lampung menjadi lima jenis:
– Puisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan seseorang secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik terdiri atas diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi (rima, ritma, dan metrum), dan tipografi puisi. Struktur batin terdiri atas tema, nada, perasaan, dan amanat. Kedua struktur itu terjalin dan terkombinasi secara utuh yang membentuk dan memungkinkan sebuah puisi memantulkan makna, keindahan, dan imajinasi bagi penikmatnya.
– Sesikun/Sekiman (Peribahasa)
Sesikun/Sekiman atau peribahasa dalam bahasa Lampung adalah bahasa yang memiliki arti kiasan atau semua berbahasa kias. Fungsinya sebagai alat pemberi nasihat, motivasi, sindiran, celaan, sanjungan, perbandingan atau pemanis dalam bahasa.

Aksara Lampung

Seperti halnya suku-suku lain di Indonesia, Lampung memiliki abjad/aksara sendiri yang dikenal dengan aksara Lampung. Aksara Lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan Aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda dibelakang, dimana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.

Klik untuk baca selengkapnya

Tentang Bahasa Lampung

Masyarakat Lampung yang beragam dalam keseharian menggunakan berbagai bahasa, antara lain, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa Minang, dan bahasa Lampung.
Berdasarkan peta bahasa, bahasa Lampung memiliki dua  dialek:
Pertama, dialek A (api), yang dipakai oleh orang Sekala Brak, Melinting Maringgai, Darah Putih Rajabasa, Balau Teluk Betung, Semaka Kota Agung, Pesisir Krui, Ranau, Komering, dan Daya (beradat saibatin), Way Kanan, Sungkai, dan Pubian (beradat pepadun).
Kedua, dialek O (nyow), yang dipakai oleh orang Abung dan Tulang Bawang (beradat pepadun).
Sedangkan menurut Dr. Van Royen, bahasa Lampung terbagi dalam dua dialek, yaitu dialek Belalau (dialek api) dan dialek Abung (dialek nyow).
Sumber:
Sujadi, Firman. 2012. Lampung: Sai Bumi Ruwai Jurai. Penerbit Cita Insan Madani: Jakarta