Thursday, February 5, 2015

Kain Tapis Lampung

Pemesanan dengan menghubungi 0857 4188 7228. Email: andirahmanto2807@gmail.com
Alamat: Jln. Cengkeh 3 No. 25 Gedong Meneng Bandar Lampung
Mari bersama melestarikan budaya bangsa!
=================================================
20150118_095602





Tapis Motif Ayat Kursi Bordir
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif ayat kursi dibordir
– Kain dasar asli tenun dari bahan benang kapas
– Harga Rp 350.000,- per kain
– Beli tiga kain hanya Rp 750.000,-
==============================================
1044439_653770451318364_174909424_n
Tapis Motif Ayat Kursi (Standar)
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu, kantor, atau masjid
– Menambah suasana religiusitas di dalam ruangan Anda
– Harga Rp 500.000,-
==================================================
tapis songket kaligrafi
tapis songket kaligrafi






Tapis Motif Ayat Kursi Model Benang Emas Penuh (Super)
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu, kantor, atau masjid
– Menambah suasana religiusitas di dalam ruangan Anda
– Harga Rp 700.000,-
===================================================
Image0963
Tapis Motif Al-Fatihah
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu, kantor, atau masjid
– Menambah suasana religiusitas di dalam ruangan Anda
– Harga Rp 700.000,-
==================================================
Image0980
Tapis Motif Kapal
– Ukuran 100 x 60 cm
– Motif dibuat dari benang emas dengan proses sulam, bukan bordiran
– Dipigura sebagai hiasan dinding di ruang tamu dan kantor
– Cocok untuk kado atau suvenir
– Harga Rp 550.000,-

Sastra Lampung

Sastra Lampung adalah sastra yang menggunakan bahasa Lampung sebagai media kreasi, baik sastra lisan maupun sastra tulis. Sastra Lampung memiliki kedekatan dengan tradisi Melayu yang kuat dengan pepatah-petitih, mantera, pantun, syair, dan cerita rakyat.
Sastra Lisan Lampung menjadi milik kolektif suku Lampung. Ciri utamanya kelisanan, anonym, dan lekat dengan kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat dalam kebudayaan masyarakat Lampung. Sastra itu banyak tersebar dalam masyarakat dan merupakan bagian sangat penting dari khazanah budaya etnis Lampung.
Jenis Sastra Lisan Lampung
Effendi Sanusi (1996) membagi sastra lisan Lampung menjadi lima jenis:
– Puisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan seseorang secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik terdiri atas diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi (rima, ritma, dan metrum), dan tipografi puisi. Struktur batin terdiri atas tema, nada, perasaan, dan amanat. Kedua struktur itu terjalin dan terkombinasi secara utuh yang membentuk dan memungkinkan sebuah puisi memantulkan makna, keindahan, dan imajinasi bagi penikmatnya.
– Sesikun/Sekiman (Peribahasa)
Sesikun/Sekiman atau peribahasa dalam bahasa Lampung adalah bahasa yang memiliki arti kiasan atau semua berbahasa kias. Fungsinya sebagai alat pemberi nasihat, motivasi, sindiran, celaan, sanjungan, perbandingan atau pemanis dalam bahasa.

Aksara Lampung

Seperti halnya suku-suku lain di Indonesia, Lampung memiliki abjad/aksara sendiri yang dikenal dengan aksara Lampung. Aksara Lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan Aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda dibelakang, dimana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.

Klik untuk baca selengkapnya

Tentang Bahasa Lampung

Masyarakat Lampung yang beragam dalam keseharian menggunakan berbagai bahasa, antara lain, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa Minang, dan bahasa Lampung.
Berdasarkan peta bahasa, bahasa Lampung memiliki dua  dialek:
Pertama, dialek A (api), yang dipakai oleh orang Sekala Brak, Melinting Maringgai, Darah Putih Rajabasa, Balau Teluk Betung, Semaka Kota Agung, Pesisir Krui, Ranau, Komering, dan Daya (beradat saibatin), Way Kanan, Sungkai, dan Pubian (beradat pepadun).
Kedua, dialek O (nyow), yang dipakai oleh orang Abung dan Tulang Bawang (beradat pepadun).
Sedangkan menurut Dr. Van Royen, bahasa Lampung terbagi dalam dua dialek, yaitu dialek Belalau (dialek api) dan dialek Abung (dialek nyow).
Sumber:
Sujadi, Firman. 2012. Lampung: Sai Bumi Ruwai Jurai. Penerbit Cita Insan Madani: Jakarta